Nilai Rata-Rata SNMPTN 2008 Mahasiswa IPS UNSOED Masuk Peringkat Sembilan

August 1, 2008

Menurut Tim Statistik ITS untuk Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2008, Lucia Aridinanti, calon mahasiswa baru Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) kelompok Ilmu Pengetahun Sosial (IPS) yang melewati jalur SNMPTN mempunyai nilai rata-rata 655,00 dan menduduki urutan sembilan. Data 10 besar kelompok IPS berdasarkan nilai rata-rata SNMPTN adalah :

  1. UGM    : 835.51
  2. UJ        : 788.72
  3. Unair   : 738.23
  4. Undip  : 717.67
  5. UNS     : 685.04
  6. Unpad : 683.78
  7. Unibraw : 681.69
  8. UNY       : 664.89
  9. Unsoed  : 655.00
  10. UNJ       : 643.04

Sementara untuk kelompok IPA, UNSOED tidak masuk sepuluh besar. Berikut data 10 besar kelompok IPA berdasarkan nilai rata-rata SNMPTN adalah :

  1. ITB       : 826,01
  2. UGM    : 774,09
  3. Unair   : 742,60
  4. UI        : 732,20
  5. ITS       : 709,86
  6. UNS     : 681
  7. UNY     :654,45
  8. UM      : 641,68
  9. Unpad : 639,67
  10. IPB      :621,02

Nilai SMNPTN yang paling tinggi berturut-turut adalah mahasiswa baru ITB, ITS, dan UI. Sedangkan nilai SMNPTN yang paling rendah secara berturut-turut berasal dari mahasiswa baru ITB, UI, dan ITS.

Nilai keketatan paling besar pada kelompok IPA adalah UGM dengan nilai keketatan 4.07 persen, artinya setiap empat orang bersaing dengan 100 orang pemilih. Sedangkan yang paling longgar persaingannya adalah Unijoyo dengan nilai keketatan 137,05 persen.

Menurut Lucia Aridinanti, kinerja kualitas dari mahasiswa baru (Maba) yang masuk ke PTN dapat dicermati berdasarkan indikator nilai rata-rata SNMPTN, standar deviasi, nilai minimum, dan nilai maksimum,  serta tingkat keketatan seleksi.

referensi:http://www.antara.co.id/arc/2008/7/31/ugm-dan-itb-peringkat-i-di-snmptn-2008


Etika Pencantuman Nama pada Publikasi Ilmiah

August 1, 2008

Suatu keharusan untuk mencantumkan nama penulis pada suatu publikasi ilmiahnya. Bahkan juga perlu mencantumkan alamat penulis. Tujuannya adalah untuk memberikan rasa tanggung jawab kepada penulis atas isi karya ilmiahnya dan memberikan penghargaan berupa pengakuan bahwa penulis telah melaksanakan dan melaporkan penelitiannya, serta merupakan bukti tertulis dari karyanya. Bila dikemudian hari timbul pertanyaan siapa yang pertama-tama mencetuskan atau menemukan sesuatu, publikasilah yang merupakan salah satu pembuktian yang paling berbobot.

Bagaimana menentukan urutan penulis jika penelitian dilakukan lebih dari seorang?

Menurut F. Rumawas penulis pertama adalah peneliti yang paling banyak berkontribusi dalam penelitiannya. Penulis kedua dan seterusnya adalah peneliti sesuai dengan besarnya kontribusi yang diberikan dalam penelitian mereka.

Bagaimana cara menentukan siapa yang paling banyak berkontribusi?

Menurut Mien Rifai, kriteria ditentukan dengan menilai 6 aspek yaitu masukan intelektual, masukan fisik, masukan pengolahan data, masukan kepakaran, masukan keahlian, masukan kesastraan. Masing-masing aspek mempunyai nilai maksimum 20.

Bagaimana dengan penelitian mahasiswa?

Menurut F. Rumawas, biasanya naskah publikasi disusun oleh mahasiswa beserta pembimbingnya atau sekurang-kurangnya telah dibaca atau disetujui pembimbing. Mahasiswa menjadi penulis pertama dan pembimbing lebih bersifat memperkenalkan anak didiknya kepada dunia ilmiah. Membubuhkan nama pembimbing atau nama siapa saja tanpa sepengetahuan yang bersangkutan tidak dibenarkan dari segi etika dan tidak dapat dipertanggungjawabkan dari segi ilmiah. Ada kalanya staf pengajar beranggapan, bahwa penelitian dan hasil penelitian bimbingannya adalah miliknya, dan oleh karena itu dialah yang berhak mempublikasikannya. Hal ini tidak benar sepenuhnya oleh karena mahasiswa pun telah mengorbankan tenaga, pikiran dan waktu dalam usaha ini. Hanya dalam keadaan mahasiswa tidak berniat mempublikasikan hasil penelitiannya, sang pembimbing dapat mencantumkan namanya sebagai penulis pertama disusul oleh nama mahasiswa beserta nama anggota komisi yang telah berkontribusi.

Bagaimana dengan penelitian yang melibatkan beberapa penelitian mahasiswa?

Seorang pembimbing dapat membagi-bagi program penelitiannya, yang kemudian dilaksanakan oleh beberapa mahasiswa. Jika memungkinkan, tiap bagian penelitian dipubliksikan tersendiri. Pembimbing kemudian dapat merangkum kegiatannya dengan tulisan mengutip publikasi-publikasi yang telah dibuat, ditambah dengan bagian penelitiannya yang dikerjakan sendiri dan bagian-bagian penelitian mahasiswa yang belum layak publikasi. Rangkuman penelitian dalam satu tulisan utuh dapat juga dilakukan pembimbing, bila hasil penelitian-penelitian mahasiswa bimbingannya tidak pernah dipublikasikan. Nama-nama mahasiswa dapat dicantumkan sebagai penulis kedua, ketiga dan seterusnya, tetapi kalau sudah terlalu banyak atau sudah terlalu lama dibiarkan, ucapan terima kasih kepada mahasiswa-mahasiswa pelaksana pada akhir publikasi sudah cukup memadai dan memenuhi syarat etika.  Referensi1 Referensi2